Layaknya kerang yang terhempas ombak
berlari pun tak bisa
terombang-ambing ombak tepi pantai
merayap sehempas dan sehempas
bak bunga yang mencari cahaya untuk fotosintesis
dia kepakkan kedua cangkangnya
bagai kupu-kupu hendak hinggap mencari bunga
sang waktu yang menyodorkan cuacah
ombak yang besar atau
ombak yang sedang
setiap parasit, plankton, dan ikan-ikan kecil
harus dia dapatkan dalam mulutnya
membentuk butir mutiaranya untuk berkembang dan menjadi besar
dalam mulutnya
upayanya itu penuh perjuangan
bertahan
berjuang
bertaruh
demi mutiara dalam mulutnya
mutiara yang hanya akan kemudian hilang
untuk keserakahan manusia
kalung, cincin, gelang, anting, dan perhiasan yang lain
itu bentuk kerja keras kerang menghasilkan sebuah mutiara yang indah
kerja yang sudah terdoktrin untuk menghasilkan dan
dibuang
seperti itukah seharusnya..
dari sisi mu mungkin tak sepantasnya
tapi ini lah hidup kerang
dan tak ada yang mau menjadi kerang
sekarang satu usai sudah masalah terpecahkan
dan kini mereka tak harus hidup untuk berjuang dan dibuang
tapi manusia punya satu sisi yang pintar, cerdas untuk menggunakan mereka
dengan sebaik-baiknya
kini mereka tak perlu melawan arus ombak,
manusia membuat pemikiran yang saling menguntungkan
mutualisme yang licik kah menurutmu?
menurut ku bukan..
karena Tuhan telah menjadikan manusia
dengan akal yang melebihi apapun
makhluk sempurna dari semua makhlukNya
~`` Selalu ada jalan kemudahan setelah kesulitan``~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar