Jalan Anggrek nomer 5,,
teeeet teeeeet.....bel rumaha Sasha berbunyi.
Bik Amah keluar dan melihat siapa yang ada diluar.
"iya,,,sebentar" Bik Amah bergegas karena bel terus berbunyi.
Samapai depan pintu gerbang, Bik Amah membuka gerbang dan tak melihat siapapun diluar , tiba-tiba melihat kebawah dan Bik Amah menemukan sepucuk surat dan setangkai mawar putih.
Lalu dibawanya sepucuk surat dan setangkai mawar putih tersebut kedalam rumah.
"Siapa Bik?"tanya Sasha.
"Anu non, gak da orang diluar tapi Bibik nemuin ini non"tukas Bik Amah sambil menyerahkan surat dan setangkai mawar putih.
"Apaan nih",penasaran Sasha sambil membuka surat tersebut.
"Wahai mawar putih, kau elok nan putih secantik hati mu yang aku kagumi,
bahkan warna kertas putih dan bunga mawar ini pun tak mampu bandingkan dengan baiknya hatimu
Aku tersipu malu melihatmu, aku telak akan indahnya dirimu
Anggun, santun, ceria, bahkan lebih dari itu
Tak urung ku ingin menyapamu
tapi hati ego ku terlalu naif untuk berkata sekecap saja menyebut nama mu agar kau menoleh pada ku
Sang waktu pun mungkin tak habis pikir mengapa aku tak ujarnya membayangkan wajahmu
dan tak mampu memanggil nama mu bahkan menatap mu dari jarak 100 kaki
Aku mengagumimu wahai mawar putih
eloknya dirimu tak akan mampu menghapus dalam dada ku
Santunnya dirimu ingin ku tawarkan engkau menjadi milikku
Wahai mawar putih ,,sekejap saja kau melintas di hapaku hati ini bergetar tak hentinya
ini ku rasa terlampau jauh, andaikah engkau mau ku kitbah?
sedang aku tak ingin menzina dan menyodorkanmu pintu neraka sebelumnya.
Wahai mawar putih, izinkan aq pergi menemui Ayah mu dan meminta mu tuk jadi milikku.
Bukan aku ingin menakutimu dengan semua ini,. tapi aku ingin menjaga cinta ku dan keridhoanNya pada mu."
Sang Surya
Sasha terheran, matanya melotot tak hentinya, melamun dan tak sadar sudah jam 07;00 ,,,
"Non, kuliahnya bukannya masuk jam 7?tanya Bik Amah melihat Sasha yang bengong memegang sepucuk surat.
Sasha terkaget dan melihat jam tangannya,"haaah,,,,udah jam 7,, gaswaaat aku telat lagi Bik, bilang mama papa aku berangkat duluan ya", Lekas berangkat mengendarai motor bebeknya.
"Non, sarapannya....Tegas Bibik.
"Nanti di kampus aja Bik, Assalamu'alaikum" Salam Sasha
"Si non, sarapan sering banget dianggurin, Wa'alaikumsalam, ati-ati non" jawab Bibik.
Lampu merah, Sasha masih penasaran dengan pengirim surat pagi tadi,,"Sang Surya?" tanya dalam hati.
Tiiiiit tiiiiit,,,"mbak ,ngelamun aja...jalaaan!!! omel pengendara mobil pada Sasha yang melamun dan tak tahu lampu sudah berganti hijau.
"Maaf Pak",sambil lajukan bebeknya.
07.15 ,,Tiba di kampus. Sasha langsung memarkirkan bebeknya.
merapikan jilbabnya yang berkibar-kibar tertiup angin saat perjalanan tadi.,
Lari menuju kelas,
kelas sudah dimulai, fyuuuuuuh ,,,Sasha langsung duduk dibelakang Tina ,sahabat karibnya.
"kenapa lagi neng kok telat",tanya Tina.
"Gara-gara Sang Surya", jawab Sasha.
"Hmmmm?!!apaan ?Sang Surya? nama orang?tanya Tina agak lantang.
"Ehemmm, perhatiakan layar" Gertak PAk Mahmud, Dosen Pendidikan Pancasila.
Keduanya nundukin kepala (Sasha dan Tina).
"iyah,,,tadi pagi aq dapat surat gak jelas gitu..nama pengirimnya Sang Surya",bisik Sasha.
"penggemar rahasia ya ...."Tina mulai meledek.
"iya ,,,mungkin...heehee",ketawa kecil Sasha.
"liat isi suratnya donk",maksa Tina.
"masih dalam tas, nanti abis kelas selesai aku kasih tau"bisik Sasha lagi.
"Oke",setuju Tina.
"baiklah, untuk sekarang sampai disini dulu, wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatu",uacap Pak Mahmud mengakhiri kuliah sambil bergegas pergi meninggalkan kelas.
"wa'alaikumsalam warohmatullohi wabarokatu",jawab mahasiswa dalam kelas.
"Mana-mana suratnya"Tina yang mendesak Sasha.
"ini", Sasha membuka tas dan menyerahkan surat yang dikirim padanya tadi pagi.
Tina membaca dan mengamati setiap kata dan bentuk tulisan dari isi surat tersebut.
"ciyuuuzzz, ini orang suka kamu Sha.."ujar Tina.
"heeeheee,tapi kalo main rahasiaan gitu aku gak yakin, malah aku takut Tin, aneh kan ada orang kayak gitu...jangan-jangan ni orang manik lagio, to kalo enggak...ni orang udah om om...uuuuh amit-amit deh, aku lakunya ama om om...haasssssst",keluh Sasha.
"Liat dia bilang kitbah, aku jadi ingat omongan abangku yang pengen mengkitbah wanita yang dia sukai untuk jadi istrinya, dan enggak mau ngajak pacaran, hmmmmm",dalam memori Tina.
"emanknya Abang mu sudah pulang dari Al-Azhar ,Tin?
"Sudah dua pekan dia dirumah, akhir-akhir ini dia sering bantu Bang Ali di Toko buku. Tapi aku juga nggak tau kegiatanya ngapain aja, katanya ikut ngajar di balai Anak Seruni",jelas Tina.
"Balai Anak Seruni,,,aku kan juga ikut bantu disana..aku ngasih les privat bahasa inggris dan matematika anak SD disana. Kok aq nggak tau Abang mu ya, emank Abang mu bagian apa?tanya Sasha penasaran.
"nggak tau juga, Abang gak cerita ke aku", jawab Tina.
Sasha semakin penasaran , "eh Abang mu kayak giman wajahnya, aku lupa. Sudah 5 tahun kan kita nggak pernah ketemu lagi".
"emmmmm,,,gimana ya, kalo aku jelasin nanti malah gak jelas semuanya, mending besok aku bawa fotonya aja, heeeheee atau aku kenalin langsung aja lagi",racau Tina.
"heeeeh,,,jangan mojokin aku gitu donk...,sangkal Sasha.
hahahahahhahahhaha,"ketawa bersama".
pukul 10;00 , Dosen Writing nggak hadir hari ini, pulang yuuuuk.... aku mau nyelesain tugas Reading nih",keluh Tina.
"iyah ayooo,,, aku juga mau siap-siap buat bahan ajar ku buat anak-anak di Balai Anak Seruni"tambah Sasha.
Sasha Menuju parkiran dan bergegas pulang dengan bebeknya, sedangkan sudah ditunggu sopirnya untuk naik mobil dan pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar